cara membuat pupuk kandang

Cara Membuat Pupuk Kandang Fermentasi dari Kotoran Sapi (Cepat Matang)

Kotoran sapi merupakan salah satu sumber pupuk organik yang melimpah di peternakan. Namun, pupuk kandang yang masih segar sebaiknya tidak langsung digunakan ke tanaman karena masih “panas”, berbau menyengat, dan proses penguraiannya belum sempurna.

Salah satu cara agar pupuk lebih cepat matang dan aman digunakan adalah dengan fermentasi. Dengan bantuan mikroorganisme seperti EM4, proses penguraian bisa berlangsung lebih cepat sehingga pupuk menjadi lebih remah, tidak terlalu bau, dan kaya bahan organik.

Kenapa Kotoran Sapi Perlu Difermentasi?

Fermentasi memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:

  • Mengurangi bau menyengat dari kotoran sapi
  • Mempercepat proses penguraian bahan organik
  • Menekan pertumbuhan bibit penyakit dan larva lalat
  • Membuat unsur hara lebih mudah diserap tanaman
  • Menghasilkan pupuk yang lebih ringan dan mudah diaplikasikan

Dengan fermentasi yang baik, pupuk kandang bisa matang dalam waktu sekitar 7–14 hari, tergantung kondisi bahan dan cuaca.


Bahan yang Dibutuhkan

Berikut contoh komposisi untuk membuat pupuk kandang fermentasi:

BahanJumlah
Kotoran sapi100 kg
Sekam padi atau jerami cincang20–30 kg
Dedak / bekatul5 kg
EM4100 ml
Gula merah100 gram
Air bersihSecukupnya

Sekam atau jerami berfungsi memperbaiki porositas, sedangkan dedak menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme fermentasi.


Langkah Membuat Pupuk Kandang Fermentasi

1. Campur bahan kering

Campurkan kotoran sapi dengan sekam atau jerami cincang dan dedak hingga merata.

2. Buat larutan fermentasi

Larutkan gula merah ke dalam air, lalu tambahkan EM4 dan aduk hingga tercampur.

3. Siram sambil diaduk

Siram larutan EM4 sedikit demi sedikit ke campuran kotoran sambil diaduk. Kelembapan ideal sekitar 30–40%. Ciri yang pas: bahan terasa lembap saat digenggam tetapi tidak meneteskan air.

4. Buat tumpukan

Tumpuk campuran setinggi 50–100 cm di tempat yang teduh dan tidak terkena hujan langsung.

5. Tutup dengan terpal

Tutup tumpukan menggunakan terpal agar suhu dan kelembapan tetap stabil selama proses fermentasi.

6. Balik secara berkala

Balik tumpukan setiap 3–4 hari sekali untuk memasukkan oksigen dan meratakan proses penguraian.


Berapa Lama Fermentasi Sampai Matang?

Pada kondisi ideal, pupuk kandang fermentasi bisa matang dalam:

  • 7–10 hari: bahan halus, cuaca hangat, dan kelembapan terjaga
  • 10–14 hari: kondisi normal
  • Hingga 21 hari: jika bahan terlalu basah atau cuaca dingin

Suhu tumpukan biasanya akan naik pada hari-hari awal, lalu perlahan turun ketika proses fermentasi mulai selesai.


Tanda Pupuk Kandang Sudah Matang

Pupuk yang sudah matang memiliki ciri-ciri berikut:

  • Warna cokelat kehitaman
  • Tekstur remah dan gembur
  • Tidak berbau menyengat
  • Suhu tumpukan mendekati suhu lingkungan
  • Bentuk bahan awal seperti jerami mulai sulit dikenali

Jika masih berbau tajam atau terasa panas, fermentasi sebaiknya dilanjutkan beberapa hari lagi.


Cara Menggunakan Pupuk Kandang Fermentasi

Pupuk kandang fermentasi dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman:

Sayuran

Taburkan sekitar 1–2 kg per meter persegi lahan.

Tanaman buah

Gunakan sekitar 5–10 kg per pohon, lalu campurkan dengan tanah di sekitar perakaran.

Media tanam

Campurkan pupuk sebanyak 20–30% dari total volume media tanam.


Tips Agar Fermentasi Lebih Cepat

Agar pupuk cepat matang, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan kotoran sapi yang tidak terlalu basah
  • Cincang jerami atau sekam agar lebih mudah terurai
  • Jaga kelembapan, jangan terlalu kering atau terlalu basah
  • Simpan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik
  • Balik tumpukan secara rutin

Penutup

Membuat pupuk kandang fermentasi dari kotoran sapi sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan di tingkat peternak maupun pekebun rumahan. Dengan bantuan EM4 dan pengelolaan kelembapan yang tepat, pupuk dapat matang lebih cepat, tidak terlalu bau, dan siap digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Selain mengurangi limbah peternakan, cara ini juga membantu menghasilkan pupuk organik yang lebih aman dan bermanfaat bagi berbagai jenis tanaman.


Topik terkait lainnya:


📖 sejarah dan budaya di bakso kandang
https://bakso.kandangternak.co.id/category/sejarah-dan-budaya/

📖 limbah dan pupuk di KandangTernak
https://kandangternak.co.id/category/pengolahan-limbah/
https://kandangternak.co.id/category/pupuk-kandang/

📸 Lihat foto-foto Instagram
https://www.instagram.com/baksokandang/

🎥 Lihat video di YouTube
https://www.youtube.com/@ptandharmadwinusantara

👥 Ngobrol di komunitas YouTube
https://www.youtube.com/@ptandharmadwinusantara/posts

🎶 Seru‑seruan di TikTok
https://www.tiktok.com/@andharmadwinusantara
https://www.tiktok.com/@bakso.kandang.frozen

🛒 Belanja di MarketPlace
https://shopee.co.id/baksokandang
https://www.tokopedia.com/bakso-kandang-frozen